top
logo




Pengunjung

User Online

We have 2 guests online

Feed Entries
Home arrow Kisah & Inspirasi
Kisah-kisah yang menjadi inspirasi kita
Thomas Alva Edison PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 06 August 2008 16:47
11 Februari 1847 - 18 Oktober 1931

Karena dianggap bodoh pada masa kecilnya, maka sejak usia 7 tahun Edison dikeluarkan dari sekolah oleh orang tuanya untuk belajar sendiri di rumah, dan pada usia 12 ia mulai berjualan koran dan buah-buahan di kereta api, sambil terus belajar secara mandiri melalui bahan bacaan buku dan percobaan-percobaan kecil di rumahnya.

Semenjak ia menjadi operator telegraf konvensional, pada tahun pertama ia bekerja, Edison sempat berkali-kali dipecat dari pekerjaannya karena kurangnya fokus pada tugas operasionalnya, karena ia sibuk membaca dan bereksperimen dengan peralatan yang menjadi tugasnya tersebut, dan hingga pada tahun 1870 Edison berhasil menemukan telegraf dengan fungsi yang terbilang sempurna pada masanya itu. Pada tahun 1874, ia berhasil mendirikan bengkel science untuk percobaan dan penelitiannya sendiri dan tahun 1877 ia menemukan gramofon.

Pada tahun 1879, setelah belasan ribu eksperimen yang 'gagal', ia menemukan sebuah cara yang berhasil untuk menyalakan lampu pijar yang berfungsi dengan sempurna, pesan yang selalu mengiringi keberhasilan ini adalah bahwa ia tidak melakukan ribuan eksperimen yang gagal, melainkan melakukan ribuan eksperimen yang mengantarkannya pada cukup 1 sukses besar, yang akan merubah dirinya dan
kehidupan orang banyak sepanjang masa...

Edison memegang ribuan hak paten atas berbagai penemuan yang merubah dunia hingga hari ini, semuanya didasarkan pada ketekunan, kesabaran, keteguhan dan komitmentnya atas apa yang dipercayanya akan dapat diraih.

Berikut adalah Quotes Thomas Alva Edison yang terkenal:
"Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99% keringat"


http://www.motivasi-sukses.com

Berikut adalah pembahasan lanjutan dari quote yang pernah disampaikan
sebelumnya mengenai kejeniusan dan kesuksesan, yang biasanya terdiri dari
cukup 1% inspirasi dan 99% usaha/keringat.

Mengapa dibutuhkan cukup 1% inspirasi? apakah tidak akan lebih baik
inspirasi dengan dosis lebih tinggi lagi? Baiklah, terlepas dari hal ini, mari
kita lihat fungsi dari Octane Booster yang biasanya ditambahkan sebagai
zat additive atau tambahan pada bahan bakar kendaraan seperti bensin,
untuk dapat meningkatkan kinerja/performance mesin yang berujung pada
peningkatan akselerasi kecepatan dan respon mesin pada kendaraan.

Dapat kita lihat bahwa penambahan persentase kecil octane booster pada
bahan bakar, sanggup melipatgandakan, atau minimal meningkatkan secara
signifikan berbagai proses pada part-part mesin yang biasanya bekerja
dengan kinerja 'normal' dengan bahan bakar standar. Dari hal ini dapat
kita umpamakan bahwa inspirasi pun bekerja bagaikan octane booster
pada diri seseorang, cukup sedikit inspirasi yang relevan dan mengena pada
pemikiran untuk mampu menggerakkan seseorang sehingga dapat bertindak
dengan lebih cepat, lebih yakin, lebih pasti, lebih bersemangat, lebih positif,
lebih terfokus, seakan tidak ada hal yang dapat menghentikan mereka. Inilah
fungsi sesungguhnya dari inspirasi. Banyak kisah dan hal dari orang lain
yang dapat dijadikan inspirasi, dan membantu orang lainnya untuk dapat
mencapai cita-citanya.

Pada sebuah tayangan di tv, pernah ditampilkan seorang pebowling wanita
yang hampir selalu mendapatkan 'strike' pada lemparannya, dan ternyata
ia adalah seorang tuna netra! Saat ditanya apa yang memberikan kebahagiaan
dalam pada hidupnya, ia menjawab: kebahagiaan terbesar dalam hidupnya
adalah bila ada orang lainnya yang terinspirasi oleh kondisi dirinya sehingga
dapat mencapai cita-citanya dengan langkah lebih pasti dan mantap. Dan inilah
salah satu fungsi inspirasi bagi manusia.

Apa yang menjadi inspirasi Anda? Hal apa, pengalaman apa, atau siapa yang
menjadi inspirasi Anda saat ini? Temukanlah 1% hal (atau bahkan lebih dari 1% )
yang menjadi octane booster bagi kendaraan Anda menuju cita-cita dan impian!
Last Updated ( Friday, 05 December 2008 15:39 )
 
Malin Kundang PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 06 August 2008 19:29

Malin Kundang

Â

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.

Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.

Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. “Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. “Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang. “Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Pesan Moral : Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.

Source : e-smartshool.com

Last Updated ( Monday, 08 December 2008 09:47 )
 
« StartPrev1NextEnd »

Page 1 of 1

Galleri Kegiatan

wb-1.JPG

Pesan

Hubungi Kami
Info Singkat
Terimakasih, kami sampaikan kepada :
PARA ORANG TUA SDIT BINA MUDA,
Atas partisipasinya dan dukungannya selama ini
"Mohon maaf atas segala pelayanan yang kami berikan, dan terimakasih juga atas saran dan kritiknya, semoga kami bisa tetap memberikan yang terbaik...
PANITIA PENERIMAAN SISWA BARU
Menerima Siswa Baru dan Pindahan untuk tahun ajaran 2010-2011:
PENDAFTARAN DIMULAI BULAN JANUARI 2010
Info : hub. Bu Dewi 022-709.541.76
Oheem 022-70473766,0817420866
PENTING !!

bottom

.:: SD Islam Bina Muda ::.
@2008-1429